BNPB Gelar Pelatihan Wartawan Penanggulangan Bencana di Jember

IBNPB Gelar Pelatihan Wartawan Penanggulangan Bencana di Jember - Diharapkan Muncul Relawan dari Jurnalis - ilustrasi bencana alamIndonesia sering kali terjadi bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, gempa bumi dan gunung meletus. Untuk itulah, BNPB melakukan berbagai pelatihan bagi para jurnalis sebagai bekal dilapangan dalam meliput untuk mencari berita tentang bencana.

“Peran jurnalis sangat penting, baik pada saat pra bencana hingga pasca bencana, maupun pada saat bencana itu terjadi. Media juga berperan untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat untuk meminimalisir korban bencana,“ ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Soetopo Purwo Nugroho pada saat memberikan sambutan pembukaan kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Penanggulangan Bencana Melalui Pelatihan Teknis Lapangan Penanggulangan Bencana bagi Jurnalis di Hotel Bandung Permai, Jember, Jawa Timur.

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Pusdiklat PB BNPB mulai tanggal 28 November hingga 2 Desember 2011.

Pelatihan yang diikuti oleh 100 orang jurnalis dari 6 kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi dan Jember ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia para jurnalis untuk ikut berperan dalam meminimalisir korban pada saat terjadi bencana alam.

Kepala Pusdiklat PB BNPB, Drs Muhtaruddin MSi saat pengarahan pelatihan lapangan juga menjelaskan bahwa selama ini BNPB belum memiliki relawan yang berasal dari kalangan wartawan. Untuk itu, pelatihan yang digelar di Jember ini, akan dijadikan proyek percontohan nasional.

Diharapkan, nantinya pasca pelatihan, wartawan memiliki kemampuan khusus di bidang kebencanaan. Kapusdiklat PB BNPB juga mengutarakan alasan pelaksanaan pelatihan di Jember, yaitu salah satunya adalah wilayah Jember dikenal sebagai daerah yang sangat rawan bencana. Pada tahun 2006 lalu di Kecamatan Panti, yang merupakan tempat pelaksanaan pelatihan lapangan, telah terjadi bencana banjir bandang dan merenggut sedikitnya 100 korban jiwa.

Para pemateri dalam kegiatan ini berasal dari BNPB, Pemprov Jatim, dan PWI Jatim. Selain membahas masalah seputar penanganan bencana, terdapat juga materi mengenai prinsip dan etika jurnalis dalam memberitakan bencana serta hak masyarakat atas informasi bencana.

Untuk itu diharapkan pasca pelatihan teknis ini paling tidak pola fikir wartawan sudah berubah. Jika dulunya hanya bertugas sebagai pencari berita pada saat terjadi bencana, maka hari ini berubah sebagai Relawan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s