17 NEGARA HADIRI TTX MENTAWAI MEGATHRUST

Kegiatan latihan bersama untuk meningkatkan kemampuan tanggap darurat bencana yang akan berlangsung hingga Kamis 25 April 2013 tersebut juga diikuti utusan dari kementerian dan lembaga pemerintah terkait, TNI/Polri, dan lembaga kemanusiaan.
Kepala BNPB Syamsul Maarif mengatakan International Table Top Exercise (TTX) Mentawai Megathrust merupakan bagian dari rangkaian pelatihan bersama dalam kerangka Mentawai Megathrust Disaster Exercise (DIReX). Hasil dari TTX akan menjadi bahan untuk pelatihan berikutnya yang meliputi Command Post Exercise (CPX), Field Training Exercise (FTX), dan Humanitarian Civic Action (HCA).
“Puncaknya nanti pada Maret 2014, kami akan mengadakan latihan lapangan dengan skenario kejadian bencana yang sesungguhnya. Latihan persiapan semacam ini sangat penting agar Indonesia dan negara sahabat yang rawan bencana bisa mengantisipasi semua kemungkinan dan mengurangi dampak dari bencana yang tidak kita harapkan,” kata Syamsul.
Dia menjelaskan pemilihan Padang di Sumatra Barat didasarkan pada prediksi para pakar gempa bumi yang mengatakan masih terdapat potensi gempa sekitar 8.9 skala Richter di sekitar Mentawai di masa mendatang yang perlu diantisipasi. Pengalaman dari gempa besar sebelumnya menunjukkan Indonesia dan negara-negara di dunia sangat perlu meningkatkan kesiapan menghadapi bencana berskala besar. “Kita berharap prediksi tentang potensi gempa tersebut tidak terjadi. Meski demikian, yang terbaik adalah mempersiapkan diri,” papar Syamsul.
Dia menambahkan, hasil dari TTX dan rangkaian pelatihan menghadapi bencana lainnya, nantinya tidak hanya akan bermanfaat bagi Indonesia. Negara-negara sahabat yang sejak awal terlibat sebagai pemantau maupun memberi kontribusi bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan ini juga dapat memakai rekomendasi dan prosedur yang dihasilkan untuk diterapkan di negara mereka.
Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno menuturkan pihaknya menyadari sepenuhnya mengenai posisi geografis provinsi ini yang relatif rawan bencana, seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor. Dia berharap DIReX akan meningkatkan kemampuan Sumbar untuk menghadapi bencana. “Secara kontinyu, kami juga terus mengkampanyekan pentingnya untuk sadar potensi bencana kepada masyarakat. Pada saat bersamaan, kami mengembangkan infrastruktur shelter, titik evakuasi, dan lainnya,” tukas dia.
TTX secara garis besar akan berisi dua bagian besar, yaitu sesi akademik pada 22-23 April, serta sesi latihan bersama dalam ruang selama 23-25 April. Topik pada sesi akademik antara lain meliputi sistem peringatan dini tsunami, manajemen kedaruratan dan mekanisme kerjasama internasional saat bencana, mekanisme penggunaan aset-aset militer dalam masa tanggap darurat, peran masyarakat internasional, serta sesi bagi pengalaman oleh pemerintah Jepang dari momen gempa besar di timur Jepang pada 2011.
Sementara itu, sesi latihan bersama sedikit banyak akan menjadi inti dari TTX. Para peserta yang merupakan pemangku kepentingan di tingkat domestik dan regional akan berlatih bersama menghadapi sejumlah skenario kejadian bencana besar. Skenario ini sengaja disusun untuk mengetahui tingkat kesiapan serta mencari solusi terhadap kemungkinan kebuntuan saat tanggap darurat. Latihan dengan skenario ini diharapkan bisa memberi gambaran kepada para pemangku kepentingan mengenai situasi yang mungkin dihadapi dalam bencana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s