Pelatihan Pemantapan / Pembekalan Sistem Manajemen Peralatan Penanggulangan Bencana

1

Pelatihan Pemantapan / Pembekalan Sistem Manajemen Peralatan Penanggulangan Bencana yang diselenggarakan di Hotel Lido Lakes Resort  & Conference Sukabumi pada tanggal 1 s.d 5 Mei 2013 dihadiri oleh Peserta Pelatihan dari BPBD Provinsi yang diwakili 2 ( orang ) Peserta, BPBD Kabupaten Bogor 2 ( orang ), dan lingkup BNPB.  Deputi Bidang Logistik dan Peralatan, Ibu, Dewina Nasution, SH, M. SI  dalam sambutan beliau kegiatan ini sejalan bidang logistik dan peralatan dimana setahun dilaksanakan peningkatan dalam sistem manajemen peralatan, Tenda Posko, Tenda Keluarga, Mobil Water Treatment, Mobil Toilet dan Perahu, dan Mobil Dapur Lapangan untuk memperkuat kekuatan dalam penanggulangan bencana, atas kesepakatan Kepala Pelaksana Daerah yang isinya diantaranya :

1. Alokasi Dana
2. Memobilisasi Kegiatan
3. Tidak Memutasikan Pegawai

 

Sebelum pendistribusian peralatan maka BNPB khususnya di Bidang Logistik dan Peralatan melaksanakan Pelatihan Pemantapan / Pembekalan Sistim Manajemen Peralatan Penanggulangan Bencana guna meningkatkan kapasistas Sumber Daya dalam Penanggulangan Bencana khususnya penggunaan / operasionalisasi peralatan tersebut. Arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam sambutannya yang dibacakan atau disampaikan oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Ibu, Dewina Nasution, SH, M.Si sebagai berikut :

1. Peserta BPBD dan BNPB harus dapat berperan aktif dalam Pelatihan ini.
2. Dapat mengelola secara tertib alat tersebut.
3. Dapat berkomitmen dalam peralatan tersebut.

 

Untuk mencapai tujuan bersebut Deputi Logistik dan Peralatan Penanggulangan Bencana, mengadakan Pemantapan / pembekalan sistem manajemen peralatan Penanggulangan Bencana untuk menghasilkan SDM dalam Penanggulangan Bencana khususnya penggunaan / operasionalisasi peralatan tersebut.

Pemanfaatan dari adanya aplikasi Teknologi Water Treatment  ternyata sangat bermanfaat sekali di lingkup Penanggulangan Bencana (PB), hal ini senada dan sejalan dengan kegiatan yang telah dilakukan oleh DEPUTI BIDANG LOGISTIK DAN PERALATAN

Adapun seperti yang diungkapkan oleh NARASUMBER, bahwa maksud dan tujuan dari pada pelatihan ini adalah :

  1. Mengecek peralatan Water Treatment sebelum digunakan sehingga dapat dioperasikan dengan baik.
  2. Melatih BPBD Provinsi dalam mengoperasikan alat Water Treatment sampai bisa mahir dalam mengoperasikannya.
  3. Menguji air siap minum yang dihasilkan dari alat Water Treatment.

    3

Hasil daripada pelatihan Water Treatment yang telah berlangsung adalah sebagai berikut :

  1. Setiap Provinsi telah diberikan petunjuk maupun manual penggunaan alat Water Treatment secara lengkap.
  2. Secara umum hasil pelatihan alat Water Treatment telah berjalan dengan baik dan lancar, dimana BPBD Provinsi telah dapat mengoperasikan alat tersebut sesuai dengan buku petunjuk penggunaannya.
  3. Untuk pengujian kejernihan air minum yang dihasilkan oleh Water Treatment dilakukan dengan teknologi TDS3, sedangkan untuk menguji tingkat kadar besi atau logam dilakukan dengan alat manual buatan Balai POM.

Oleh karena itu seperti yang dikatakan Penyelenggaraan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan PB dalam pengembangan & evaluasi kegiatan ini nantinya terdapat harapan atau rencana tindak lanjut.

4

SHELTER & DAPUR UMUM

Shelter

Guna bertahan hidup di dalam situasi sulit, kita harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan dasar kita dari apa saja yang tersedia di sekitar kita. Maka dari itu perlu penguasaan teknik-teknik survival, diantaranya teknik membuat Shelter.
Shelter ditujukan untuk melindungi survivor dari pengaruh alam, seperti panas, hujan, angin, dan dingin. Perlindungan ini dapat dibangun dari bahan-bahan yang sengaja dibawa ataupun dari bahan-bahan yang tersedia di alam (kayu, dedaunan, dll).

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan shelter adalah :

  1. Jangan membangun shelter di tempat yang riskan tergenang air (banjir),  seperti di tepi sungai. Walaupun tempat itu terlihat bersih dan kering, akan sangat berbahaya apabila datang hujan.
  2. Usahakan dalam pembuatan shelter tidak dibawah pohon yang berdahan rapuh atau di bawah pohon kelapa. Karena dapat membahayakan jika dahan rapuh atau buah kelapa itu jatuh menimpa shelter kita.
  3. Tidak di tempat yang dicurigai sebagai sarang binatang buas atau sarang nyamuk/serangga. Karena dapat mengganggu kenyamanan beristirahat.
  4. Bahan pembuat shelter harus kuat dan pengerjaannyapun sebaik-baiknya,   karena akan mempengaruhi dalam kenyamanan kita.

 

Dapur Umum

Sebelum kita bahas tentang Dapur Umum (DU) BNPB terlebih dahulu kita harus ketahui sebab-sebab kita harus mendirikan Dapur. Dapur Umum didirikan apabila terjadi bencana yang dapat mengakibatkan:

  1. penderitaan manusia
  2. gangguan aktivitas
  3. kerusakan harta benda, alam beserta lingkungannya
  4. terhambatnya roda pembangunan

Karena terjadi bencana tersebut maka BNPB akan melaksanakan Penanggulangan Korban Bencana yang bertujuan

2

  1. Meringankan penderitaan
  2. Mengatasi kebutuhan primer
  3. Melindungi sandang, pangan, papan, dan kesehatan

Supaya terpenuhi kebutuhan tersebut terutama dibidang pangan maka BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA mendirikan dapur umum yang bertujuan (1) menyediakan makananan sederhana, layak, dan higienis, cukup bergizi, (2) dapat didistribusikan dalam waktu yang cepat dan tepat. Dalam satu tim DU terdiri dari anggota, yaitu:

KETUA REGU

  • Mengatur pembagian tugas anggota, membimbing dan bertanggung jawab atas kelancar atas kelancaran tugas pelaksanaan dapur umum
  • Bertanggung jawab secara langsung pada ketua tim Pengurus Cabang melalui ketua kelompok bila ada

WAKIL KETUA

  • Mewakili ketua regu bila ketua berhalangan
  • Bertanggungjawab atas pelayanan makanan & memelihara ketertiban serta kebersihan lingkungan wilayah kerja

PENANGGUNG JAWAB TATA USAHA

  • Membuat daftar nama, alamat rumah, tanggal lahir, jenis kelamin, dan pekerjaan korban bencana
  • Administrasi penerima/pengeluaran bahan keperluan dapur umum dan peralatan / perlengkapan
  • Melaksanakan pembukuan keuangan
  • Pembuatan / menyusun laporan

PENANGGUNGJAWAB PERALATAN / PERLENGKAPAN

  • Menyiapkan dan melengkapi peralatan DU
  • Pengadaan bahan untuk keperluan DU
  • Mengatur penyimpanan logistik bahan kebutuhan dan perlengkapan DU
  • Membuat daftar inventaris peralatan & perlengkapan
  • Bertanggungjawab penerimaan dan pengeluaran logistic

PENANGGUNG JAWAB MEMASAK

  • Mengelola bahan masakan hingga siap didistribusikan
  • Memelihara ketepatan waktu makan
  • Dengan bantuan tenaga lokal menentukan menu makanan setiap hari sesuai selera yang membutuhkan ( para korban )

 PETUGAS PENDISTRIBUSIAN

  • Melaksanakan pembagian makan sesuai jumlah dengan cara yang baik dan tertib

Peralatan dan perlengkapan DU

Penyelenggaraan dapur umum dapat melayani korban ratusan atau ribuan orang dalam waktu yang tepat serta memenuhi gizi standar. Untuk melayani s/d 500 orang diperlukan 1 ( satu ) unit peralatan DU yang terdiri dari :

Peralatan Pokok

  • Langseng ukuran 25 kg (2 bh)
  • Drum air ukuran 50 liter (2 bh)
  • Panci ukuran besar (2 bh)
  • Wajan ukuran besar (2 bh)
  • Serok (1 bh)
  • Susuk Wajan (2 bh)
  • Sendok Nasi  (2 bh)
  • Sendok Sayur  (2 bh)
  • Tempat nasi  (2 bh)
  • Ceret/Teko besar (3 bh)
  • Baskom besar (3 bh)
  • Baskom kecil (3 bh)

Peralatan Penunjang

  • Ember plastik pakai tutup (2 bh)
  • Ember plastik biasa (3 bh)
  • Gayung air dari plastic (2 bh)
  • Cobek batu (2 bh)
  • Pisau dapur (3 bh)
  • Golok (1 bh)
  • Talenan (2 bh)
  • Ayakan (2 bh)
  • Drum air sedang (1 bh)
  • Meja (2 bh)
  • Tikar (5 bh)
  • Tampah (1 bh)
  • Tempat sampah (2 bh)
  • Pembungkus nasi dan air minum secukupnya

Lokasi
Lokasi untuk Du diupayakan

  • Letak dapur umum supaya dekat dengan posko dan mudah dicapai/dikunjungi korban
  • Higienis lingkungan cukup memadai
  • Aman dari bencana
  • Dekat dengan transportasi umum
  • Dekat dengan sumber air
  • Bangunan darurat kuat seperti Rumah atau Tenda regu /tenda peleton

 Pelatihan Pemantapan / Pembekalan Sistem Manajemen Peralatan PB ditutup pada tanggal 5 Mei 2013 oleh  penyelengaraan di hadapan Peserta Pelatihan Pemantapan / Pembekalan Sistem Manajemen Peralatan di Hotel Lido Lakes Resort & Conference, Sukabumi

5

Ditulis oleh : Roswanto, SE – Pusdiklat PB BNPB

One thought on “Pelatihan Pemantapan / Pembekalan Sistem Manajemen Peralatan Penanggulangan Bencana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s