PELATIHAN RENCANA KONTINJENSI PENANGGULANGAN BENCANA KOTA MATARAM

IMG-20130520-00669

Pelatihan Rencana Kontinjensi Penanggulangan Bencana Kota Mataram dilaksanakan di Hotel Jayakarta, Senggigi, Lombok, NTB pada tanggal 20 s.d. 24 Mei 2013. Kegiatan diselenggarakan oleh Pusdiklat PB BNPB dengan didukung oleh BPBD Kota Mataram, Pemerintah Kota Mataram, AIFDR, UN OCHA, PMI, Humanitarian Forum, giz dan MPBI. Dalam pelatihan ini peserta pelatihan berjumlah 30 orang yang berasal dari dinas/lembaga pemerintah kota Mataram, lembaga-lembaga usaha di Kota Mataram dan NGO terkait kebencanaan.

Materi yang akan disampaikan oleh fasilitator antara lain adalah Pengantar Rencana Kontinjensi, Penilaian risiko dan penentuan kejadian, pengembangan scenario, penetapan tujuan dan strategi tanggap darurat, perencanaan sector dan tindak lanjut. Kegiatan ini juga merupakan tahap uji coba terhadap modul rencana kontinjensi yang telah disusun oleh tim working group rencana kontinjensi Pusdiklat PB BNPB

IMG-20130520-00664

Kapusdiklat PB BNPB, Bpk. B. Wisnu Widjaja menyampaikan bahwa pelatihan yang diselenggarakan oleh Pusdiklat PB BNPB merupakan pelatihan yang bertahap, bertingkat dan berlanjut. Berkaitan dengan pelatihan perencanaan kontinjensi, Kapusdiklat menekankan bahwa Perencanaan yg baik merupakan kunci keberhasilan If you fail to plan, you plan to fail” sehingga mau tidak mau perencanaan ini harus dibuat. Rencana kontinjensi atau rencana kedaruratan digunakan sebagai dasar latihan kesiapsiagaan. Fakta di daerah adalah sebagian kecil daerah telah memiliki renkon namun hanya menjadi dokumen mati serta latihan dilaksanakan tanpa memperhatikan renkon yang ada, padahal idealnya renkon harus menjadi dokumen hidup, direview secara periodic, wajib dibuat oleh setiap organisasi/lembaga dengan skenario risiko/ancaman yang sama serta dikembangkan sebagai dasar latihan dan peningkatan kapasitas kesiapsiagaan dan koordinasi melalui tahapan sebagimana tergambar dalam siklus kesiapsiagaan. Oleh karena itu pelatihan ini sangat berguna untuk menyusun perencanaan tersebut.

IMG-20130520-00662

Sebagaimana disampaikan oleh narasumber dari MPBI, Bpk. Ujang, bahwa perencanaan dalam penanggulangan bencana mutlak harus dilakukan, dan harus dilaksanakan saat terjadi bencana. Namun apabila saat penanggulangan bencana tidak digunakan, misalnya karena kondisi collapse maka jika sudah pernah dilakukan perencanaan diharapkan kegiatan penanggulangan bencana akan lebih terarah dan efektif.

Metode pelatihan yang digunakan adalah pemaparan, Tanya jawab/diskusi dan penugasan yang menuntut peran aktif para peserta untuk memahami berbagi ilmu terkait penyusunan rencana kontinjensi.

Oleh : Apriyuanda G. Bayu Pradana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s