PELAKSANAAN PENGUATAN KESIAPSIAGAAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT TERHADAP ANCAMAN GEMPA BUMI DAN TSUNAMI MELALUI PERAN PERGURUAN TINGGI 14 – 15 SEPETEMBER 2013, PADANG – SUMATERA BARAT.

Jakarta (05/09) hasil rapat WG Evakuasi Mandiri berlatar belakang mengenai hasil kajian para ahli geologi menunjukkan adanya ancaman nyata yang dihadapi oleh masyarakat Sumatera Barat, yaitu Megathrust Mentawai. Diperkirakan wilayah ini berpotensi mengalami ancaman gempa bumi dengan magnitude 8,9 SR yang akan memicu terjadinya tsunami di wilayah pesisir Sumatera Barat dan Kepulauan Mentawai. Sedangkan disisi lain, berbagai kerentanan masih ditemukan di wilayah ini, sehingga menimbulkan korban jiwa yang tinggi dan kerusakan/ kerugian yang sangat besar untuk aspekfisik, ekonomi, sosial , psikologi, dilingkungan dan lainnya.

ros_01_07x

Ketika ancaman bencana ini sungguh – sungguh terjadi, maka masyarakat dan anak sekolah yang berada dikawasan pesisir pantai (zona rawan) akan menderita dampak yang terparah. Untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat, beberapa pelaku (Pemerintah, Dunia usaha dan Masyarakat) telah melakukan beberapa kegiatan bersama masyarakat. Akan tetapi, dengan besarnya ancaman dan potensi area terdampak, upaya yang sudah dilakukan belum cukup. Masih banyak upaya – upaya untuk membangun kesiapsiagaan yang harus dilakukan, untuk mengurangi potensi korban jiwa dan kerugian, khususnya kepada masyarakat dan anak sekolah.

Sedangkan pada aspek kapasistas, Sumatera Barat memilikiu cukup banyak perguruan tinggi dan lembaga sosial yang memiliki kepedulian, pengetahuan dan keterampilan untuk bersama – sama meningkatkan kapasistas masyarakat dan anak sekolah agar lebih siap dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami. Hal ini juga merupakan salah satu upaya pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian pada masyarakat. Untuk itu, melalui kerjasama dengan pihak, BNPB. Bermaksud memfasilitasi salah satu upaya peningkatan kapasistas tersebut.

Tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan Deputi Pemberdayaan Masyarakat bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran guru sekolah dan kelompok relawan dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami, sehingga hasil capaian kegiatan tersebut dapat menciptakan guru dan kelompok relawan memiliki pengentahuan tentang ancaman gempa bumi dan tsunami serta para guru dan kelompok masyarakat dapat membangun kesiapsiagaan dalam mengurangi risiko bencana yang akan terjadi.

Pelaksanaan kegiatan ini akan dilaksanakan ditiga lokasi dimana ketiga lokasi tersebut sebagai berikut :

Kantor Gubernur ( Kelurahan Padang Pasir, Kelurahan Purus ), Lorong Belati dan Bungo pasang. Komposisi peserta pelatihan berjumlah 150 orang yang waktu pelaksanaan dibagi menjadi 2 kegiatan sehingga setiap kegiatan komposisi tersebut berjumlah 75 orang yang terdiri dari para guru dan kelompok relawan. Narasumber pelatihan akan diperkuat dari BNPB, Lembaga/Kementerian dan NGO yang tergabung dalam Kelompok siaga bencana.(ros)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s